QMS Consulting

Health and Safety Environment (HSE) Plan merupakan sebuah dokumen referensi untuk proses kontrak dan harus berada dalam bagian persetujuan (agreement). Selain itu, HSE Plan juga merupakan suatu rencana sistematis yang tersusun dalam bentuk program HSE. HSE Plan ini disusun dari penentuan kebijakan, rencana program hingga ke proses evaluasi atau audit yang bertujuan untuk memastikan kinerja program HSE dapat dikontrol dan dievaluasi. Tujuan dari HSE Plan adalah untuk mencegah terjadinya kerugian baik cidera pada manusia, kerusakan peralatan dan lingkungan. HSE Plan sangat penting sebagai syarat awal dari kontraktor untuk mendaftar dalam sebuah tender pada berbagai sektor, terutama di sektor minyak dan gas serta konstruksi.

International Association of Oil and Gas Producers (IOGP) dalam Guide to preparing HSE plans and Bridging Documents menjelaskan 3 hal untuk membuat HSE Plan, yaitu :

  1. Proses

Maksud dari Proses pada HSE Plan adalah proses ketika klien meminta peserta tender untuk menyiapkan HSE Plan yang sesuai dengan persyaratan klien, ruang lingkup pekerjaan, moda kontrak, risiko dan sebagainya. Klien harus bisa menjelaskan detail dari dokumen tersebut yang diminta untuk dikumpulkan sebagai bagian dari respon tender. Kemudian, dokumen tersebut disiapkan oleh peserta tender yang nantinya akan direview serta diperbaharui bersama dengan klien dalam fase persiapan sebelum kontrak dilakukan. Pada proses kontrak berlangsung, HSE Plan dapat saja diaudit untuk memastikan pelakanaannya berjalan.

  1. HSE Plan Ceklis

IOGP telah menyusun ceklis berdasarkan IOGP report 510 yang memberikan kerangka kerja terstruktur dan terogranisasi untuk proses dan dan pekerjaan yang perusahaan terapkan untuk memenuhi keinginan dari Operating Management System.

  1. Layout dari HSE Plan

Menurut IOGP, HSE Plan dapat memiliki beberapa bagian seperti :

  • Executive Summary
  • Perkenalan dan Tujuan Kontrak HSE Plan
  • Ruang Lingkup dan Jadwal dari Kerja/Aktivitas/Proyek
  • Manajemen Sistem HSE. Berisi deskripsi dan proses manajemen sistem HSE diterapkan dalam kontrak.
  • Manajemen Risiko (Bahaya dan Dampak) serta pengendalian elemen HSE yang kritis (HSE Critical Element)
  • Response terhadap gawat darurat
  • Monitoring performa, pengembangan berkelanjutan dan pelaporan

Setelah memahami hal-hal yang terdapat dalam HSE Plan, maka kontraktor membuatnya. Proses pembuatan HSE Plan bisa jadi berbeda pada masing-masing tempat kerja. Sehingga perlu diperhatikan area kerja, aktivitas dan proyeknya.

Informasi-informasi di atas tentunya bisa anda dapat lebih banyak dengan bergabung ke dalam Group Update Informasi ISO Standar – QMS Consulting. Bagi yang berminat bisa menekan link di bawah ini :
https://s.id/GroupInformasiISO

Categories: Artikel

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan? Chat via WA disini