ISO 45001:2018 adalah Standar Internasional yang menetapkan persyaratan untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Isi standar tersebut merupakan sebuah panduan SMK3. Selain itu, standar ISO 45001:2018 berfungsi untuk memungkinkan organisasi secara proaktif meningkatkan kinerja SMK3 dalam mencegah cidera dan kesehatan yang buruk. Perlu dicatat bahwa pemerintah mewajikan sebuah organisasi atau perusahaan untuk menerapkan SMK3.
Bagi perusahaan yang akan menerapkan ISO 45001:2018, perlu memenuhi persyaratan yang terdapat pada ISO 45001:2018. Persyaratan-persyaratan tersebut mencakup klausul 4 – 10 yang terdapat pada ISO 45001:2018. Kali ini, kami akan memberikan pengetahuan mengenai pemenuhan persyaratan pada klausul 4 khususnya akan membahas mengenai Konteks Organisasi. Dalam pembuatan konteks organisasi perlu mengenali isu internal dan eksternal yang ada serta berkaitan dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Untuk memahami isu eksternal organisasi, ada poin-poin yang biasa digunakan seperti berikut :
- Political
- Economic
- Social
- Technological
- Environment
- Legal
Poin-point di atas biasa Kamis singkat dengan istilah PESTEL. Selain itu, poin-poin di atas, dapat dicari pengaruh positif/negatifnya atau peluang/ancaman dari isu eksternal organisasi tersebut. Sebagai contoh legal atau peraturan, bahwa Pemerintah Indonesia mengatur beberapa peraturan mengenai Sistem Manajem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) seperti PP No. 50 tahun 2012. Tentu hal tersebut dapat menjadi isu eksternal mengenai peraturan yang ada di Indonesia.
Selanjutnya, untuk memahami isu internal organisasi bisa menggunakan poin-poin berikut:
- Values
- Culture
- Knowledge
- Performance
Dari poin-poin di atas, bisa dicari pengaruh positif/negatif atau kekuatan/kelemahan dari isu internal organisasi. Sehingga memudahkan perusahaan mengenali organisasinya serta langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Dalam pembuatan isu internal dan eksternal, bisa dilakukan secara terdokumentasi. Salah satunya dengan membuat dalam bentuk sebuah dokumen yang berisi tabel mengenai isu-isu yang terdapat telah dikenali. Isu internal dan eksternal di atas bisa tergantung pada kondisi perusahaann, sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya perubahaan. Selain itu, terdapat perbedaan isu antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
Informasi-informasi di atas tentunya bisa anda dapat lebih banyak dengan bergabung ke dalam Group Update Informasi ISO Standar – QMS Consulting. Bagi yang berminat bisa menekan link di bawah ini :
0 Comments