QMS Consulting

Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah produk nilai-nilai, sikap, persepsi, kompetensi dan pola-pola perilaku dari individu dan kelompok yang memiliki komitmen terhadap K3 di sebuah organisasi. Selain itu, budaya K3 juga dapat dikatakan kumpulan kepercayaan, persepsi dan nilai-nilai yang dimiliki karyawan yang berkaitan dengan risiko di tempat kerja atau komunitas. Maka dapat disimpulkan bahwa budaya K3 mengacu pada aspek yang berkaitan dengan tindakan-tindakan pekerja serta mengacu pada aspek situasional  dalam perusahaan seperti “apa yang organisasi miliki”.

Bagi organisasi yang ingin memahami maksud budaya K3, ada empat (4) ciri-cirinya:

  1. Adanya Komitmen dari Pimpinan Perusahaan

Peran komitmen dari pimpinan perusahaan sangat penting dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Komitmen pimpinan perusahaan akan memudahkan menjalankan program K3 atau aktivitas bisnis saat perencanaan agar berkaitan dengan K3. Bagi perusahaan yang memiliki risiko tinggi, biasanya akan menjadikan K3 sebagai prioritas utamanya.

  1. Adanya Kesadaran dari Tiap Pekerja
  • Tiap pekerja memiliki kewajiban untuk selalu menyadari bahwa bahaya selalu ada di tiap pekerjaan. Selain itu, tiap pekerja juga harus mengetahui bahaya dan tindakan untuk meminimalkan atau menghilangkan dampak dari bahaya tersebut.
  • Kesadaran pekerja biasanya diuji ketika diharuskan memenuhi prosedur K3 dalam aktivitasnya seperti identifikasi bahaya, SOP, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan sebagainya.
  • Untuk membangun kesadaran pada tiap pekerja, organisasi juga dapat melakukan pendekatan apresiasi Award and Punishment terhadap pekerja yang baik dalam performa K3.
  1. Adanya Kepatuhan yang Dipersyaratkan oleh Regulator

Tiap negara termasuk Indonesia, tentunya memiliki peraturan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Maka dari itu, organisasi harus betul-betul menegakkan dan menerapkan peraturan ini. Sehingga terbangunnya budaya K3 itu sendiri.

  1. Adanya Hasrat dari Profesional di Bidang K3
  • Perlunya peran profesional K3 di tiap perusahaan terutama yang bergelut di industri yang berisiko menengah atau tinggi atau memiliki jumlah karyawan yang banyak.
  • Profesional K3 biasanya ada di dalam departemen HSE serta memiliki peran yang penting dalam penerapan SMK3. Profesional K3 berbagai level di engineer, officer dan sejenisnya.
  • Profesional K3 bergelut di bidang multidisipliner karena bidang pekerjaan yang dihadapi sangat luas seperti engineer, data analysis, kesehatan, medis, perilaku manusia, komunikasi training / kampanye K3 dan lain-lain.
  • Profesional K3 juga harus berinteraksi dengan berbagai level mulai dari level front runner untuk menerapkan program K3 dan level manajemen untuk mendapat dukungan atau support mengenai program K3 sehingga soft skill di sini sangat diperlukan. Diakibatkan tantangan yang unik, maka profesional K3 harus mempunyai hasrat atau passion yang tinggi terhadap K3.

Ketika empat ciri di atas dapat dipenuhi, maka budaya K3 dapat terbangun dan juga menunjukkan komitmen organisasi dalam menerapkan SMK3.

Informasi-informasi di atas tentunya bisa anda dapat lebih banyak dengan bergabung ke dalam Group Update Informasi ISO Standar – QMS Consulting. Bagi yang berminat bisa menekan link di bawah ini :
https://s.id/GroupInformasiISO

Categories: Artikel

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan? Chat via WA disini