QMS Consulting

ISO 45001:2018 adalah Standar Internasional yang menetapkan persyaratan untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Isi standar tersebut merupakan sebuah panduan SMK3. Selain itu, standar ISO 45001:2018 berfungsi untuk memungkinkan organisasi secara proaktif meningkatkan kinerja SMK3 dalam mencegah cidera dan kesehatan yang buruk. Perlu dicatat bahwa pemerintah mewajikan sebuah organisasi atau perusahaan untuk menerapkan SMK3.

Bagi perusahaan yang akan menerapkan ISO 45001:2018, perlu memenuhi persyaratan yang terdapat pada ISO 45001:2018. Persyaratan-persyaratan tersebut mencakup klausul 4 – 10 yang terdapat pada ISO 45001:2018. Kali ini, kami akan memberikan pengetahuan mengenai pemenuhan persyaratan pada klausul 9 khususnya akan membahas mengenai Audit Internal. Audit Internal merupakan bagian dari evaluasi kinerja dari SMK3. Selain itu, audit internal merupakan metode sistematis untuk memeriksa proses dan persyaratan organisasi, serta yang dijelaskan dalam standar ISO 45001. Ini akan memastikan proses yang diterapkan efektif dan prosedur ditaati. Program audit internal akan membantu organisasi mencapai tujuan dan target Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan persyaratan internasional/pemerintah.

Audit internal pada klausul 9.2 akan membantu perusahaan untuk :

  1. Memantau kepatuhan terhadap kebijakan dan tujuan dari SMK3,
  2. Memberikan bukti bahwa semua pemeriksaan terhadap SMK3 yang diperlukan telah dilakukan,
  3. Memastikan semua persyaratan internasional dan pemerintah mengenai SMK3 saat ini telah dipenuhi,
  4. Peningkatan berkelanjutan terhadap SMK3,
  5. Menilai efektivitas manajemen risiko,
  6. Melibatkan pekerja yang mengarah kepada budaya K3,
  7. Identifikasi peningkatan berkelanjutan dengan sudut pandang lain dalam meninjau proses,

Kegiatan audit internal harus dilakukan oleh karyawan/staf yang kompeten dengan tingkat ketidakberpihakan pada area yang diaudit. Pendekatan berbasis risiko dapat diterapkan pada area yang diaudit dengan peningkatan fokus pada aktivitas berisiko tinggi. Audit internal harus direncanakan dengan harapan setiap proses diaudit secara berkala.

Setelah audit internal dilakukan, maka hasilnya perlu dikomunikasikan kepada pihak terkait yang berlaku termasuk pekerja dan menetapkan rentang waktu penyelesaian yang realistis untuk mengidentifikasi “peluang untuk perbaikan” atau “ketidaksesuaian” adalah hal yang bermanfaat. Manajemen Puncak harus menyadari kekurangan dalam sistem untuk memastikan sumber daya yang diperlukan dapat dialokasikan untuk mengurangi temuan. Hasil audit akan ditinjau sebagai bagian dari proses tinjauan manajemen.

Informasi-informasi di atas tentunya bisa anda dapat lebih banyak dengan bergabung ke dalam Group Update Informasi ISO Standar – QMS Consulting. Bagi yang berminat bisa menekan link di bawah ini :
https://s.id/GroupInformasiISO

Categories: Artikel

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan? Chat via WA disini