
ISO 27001:2013 merupakan Sistem Manajemen Keamaan Informasi untuk data perusahaan. ISO tersebut merupakan standar internasional yang paling banyak digunakan untuk information security management. Sampai dengan akhir 2017, lebih dari 14.000 organisasi di seluruh dunia telah memiliki sertifikasi ISO 27001. ISO 27001 digunakan untuk melindungi confidentiality, integrity dan availability dari informasi. ISO 27001 bukan merupakan technical standard yang akan menjelaskan Information Security Management Systems (ISMS) ke dalam technical detail dan tidak hanya fokus pada IT tetapi juga aset penting lainnya di dalam organisasi. ISO 27001 fokus pada business process, business asset dan pengurangan risiko terhadap informasi yang bernilai tinggi bagi organisasi. Informasi tersebut dapat terkait ataupun tidak terkait dengan IT, dapat berbentuk ataupun tidak berbentuk format digital. Persyaratan yang harus diterapkan untuk dokumentasi ISMS, dijelaskan dalam standar melalui penetapan konten penting, dokumen yang diperlukan serta spesifikasi dan struktur pemantauan untuk manajemen dokumen, seperti : proses perubahan dan persetujuan, kontrol versi, aturan untuk hak akses dan perlindungan akses, spesifikasi untuk sistem pengarsipan.
Bagi perusahaan yang akan menerapkan ISO 27001:2013, perlu memenuhi persyaratan yang terdapat pada ISO 27001:2013. Persyaratan-persyaratan tersebut mencakup klausul 4 – 10 yang terdapat pada ISO 27001:2013. Kali ini, kami akan memberikan pengetahuan mengenai pemenuhan persyaratan pada klausul 6 khususnya akan membahas mengenai Sasaran dan Perencanaan. Pada poin yang terdapat di klausul ini, perusahaan diminta untuk membuat rencana agar bisa mencapai sasarannya dalam hal keamanan informasi. Persyaratan bisa dilihat bahwa sasaran yang dibuat harus sesuai dengan kebijakan di Klausul 5.2, diutamakan dapat diukur sehingga terdapat angka pencapaiannya sesuai persyaratan ISO 27001 serta berdasarkan hasil penilaian risiko (Klausul 6.1) dan disampaikan atau diketahui oleh seluruh karyawan.
Sasaran yang dibuat pun harus mencakup hal-hal berikut ini:
- Rencana untuk mencapai sasaran
- Sumber daya yang dibutuhkan
- Penanggung jawab dari sasaran tersebut
- Waktu untuk mencapai sasarannya
- Cara untuk mengevaluasi sasaran tersebut
Berdasarkan hal-hal di atas, dapat dikatakan bahwa perusahaan tidak hanya membuat sasaran dari Sistem Manajemen Keamanan Informasinya saja. Melainkan, membuat perencanaan dalam mencapai sasaran tersebut.
Informasi-informasi di atas tentunya bisa anda dapat lebih banyak dengan bergabung ke dalam Group Update Informasi ISO Standar – QMS Consulting. Bagi yang berminat bisa menekan link di bawah ini :
https://s.id/GroupInformasiISO
0 Comments