QMS Consulting

PP No. 50 Tahun 2012 untuk Penerapan SMK3

Setiap hari, selalu saja ada nyawa yang hilang akibat kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Bahkan menurut data dari BP JAMSOSTEK, pada tahun 2020 telah terjadi peningkatan kecelakaan sebesar 128 persen. Angka kecelakaan ini naik dari sebelumnya hanya 85.109 menjadi 108.573 kasus. Kecelakaan atau penyakit akibat kerja ini seharusnya dapat dicegah Read more…

HIRADC untuk Peningkatan SMK3

Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) adalah teknik manajemen keselamatan dan merupakan proses identifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktivitas rutin ataupun non rutin. Pada proses ini, perusahaan harus menetapkan, membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko dan menentukan pengendalian bahaya serta risiko yang Read more…

Emergency Respon Plan dalam SMK3

Emergency Respon Plan (ERP) adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana secara terorganisasi dan menggunakan langkah-langkah yang tepat. ERP penting dilakukan karena sebuah perusahaan tidak lepas dari potensi bahaya bencana seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus atau angin puting beliung. Sehingga, untuk menghadapi bencana tersebut diperlukan sikap, perilaku dan Read more…

Work Permit untuk Peningkatan SMK3

Work permit adalah dokumen izin kerja yang mengacu pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan aman dan efisien. Work permit juga bisa dipakai sebagai alat untuk mengidentifikasi sebuah pekerjaan yang akan dikerjakan, potensi-potensi yang dapat membahayakan pekerjaan dan juga sebagai tindakan pencegahan maupun Read more…

Budaya K3, Bentuk Komitmen Organisasi Terhadap K3

Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah produk nilai-nilai, sikap, persepsi, kompetensi dan pola-pola perilaku dari individu dan kelompok yang memiliki komitmen terhadap K3 di sebuah organisasi. Selain itu, budaya K3 juga dapat dikatakan kumpulan kepercayaan, persepsi dan nilai-nilai yang dimiliki karyawan yang berkaitan dengan risiko di tempat kerja atau Read more…

JSA untuk Peningkatan SMK3

Job Safety Analysis (JSA) adalah teknik manajemen keselamatan yang berfokus pada identifikasi bahaya dan pengendalian bahaya yang berhubungan dengan rangkaian pekerjaan atau tugas yang hendak dikerjakan di area kerja. Secara umum, JSA memiliki kesamaan dengan teknik manajemen keselamatan yang lain, namun pada JSA ada empat unsur penting yang harus dilakukan Read more…

HSE Plan, Syarat Awal dari Konktraktor

Health and Safety Environment (HSE) Plan merupakan sebuah dokumen referensi untuk proses kontrak dan harus berada dalam bagian persetujuan (agreement). Selain itu, HSE Plan juga merupakan suatu rencana sistematis yang tersusun dalam bentuk program HSE. HSE Plan ini disusun dari penentuan kebijakan, rencana program hingga ke proses evaluasi atau audit Read more…

P3K di Tempat Kerja

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah bantuan dan perawatan sementara yang dilakukan untuk korban kecelakaan di tempat kerja menggunakan peralatan sederhana sebelum korban mendapatkan pertolongan yang sempurna. Meski hanya menggunakan peralatan sederhana, P3K bisa menjadi salah satu solusi untuk memberi pertolongan secara cepat dan tepat. Selain itu, P3K juga bukan Read more…

Pemahaman Tinjauan Manajemen dari Klausul 9, ISO 27001:2013

ISO 27001:2013 merupakan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) untuk data perusahaan. ISO tersebut merupakan standar internasional yang paling banyak digunakan untuk information security management. Sampai dengan akhir 2017, lebih dari 14.000 organisasi di seluruh dunia telah memiliki sertifikasi ISO 27001. ISO 27001 digunakan untuk melindungi confidentiality, integrity dan availability dari informasi. ISO 27001 bukan merupakan technical standard yang akan menjelaskan Information Read more…

Pemahaman Audit Internal dari Klausul 9, ISO 27001:2013

ISO 27001:2013 merupakan Sistem Manajemen Keamaan Informasi (SMKI) untuk data perusahaan. ISO tersebut merupakan standar internasional yang paling banyak digunakan untuk information security management. Sampai dengan akhir 2017, lebih dari 14.000 organisasi di seluruh dunia telah memiliki sertifikasi ISO 27001. ISO 27001 digunakan untuk melindungi confidentiality, integrity dan availability dari informasi. ISO 27001 bukan merupakan technical standard yang akan menjelaskan Information Read more…

Ada Pertanyaan? Chat via WA disini